Kuliah Perilaku Konsumen


Kuliah Perilaku Konsumen di trimester ini dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Pertemuan pertama membahas tentang pengantar perilaku konsumen, motivasi dan kebutuhan, kepribadian, konsep diri dan pola konsumsi, serta pengolahan informasi dan persepsi konsumen.

Hal menarik dari kuliah ini adalah bahwa strategi marketing erat kaitannya dengan perilaku konsumen. Setiap produk memiliki konsumen yang berbeda-beda, dan perusahaan harus mampu memetakan perilaku konsumen tersebut. Perilaku konsumen adalah semua kegiatan maupun proses psikologis yang mendorong tindakan konsumen pada saat sebelum membeli, ketika membeli, maupun menggunakan produk/ jasa. Ada banyak dimensi yang menentukan perilaku konsumen. Karena itu, ketika perusahaan melakukan segmentasi, targetting, maupun positioning, perlu dilakukan riset tentang perilaku konsumen terhadap produk tersebut. Misalnya: orang-orang dengan kemampuan ekonomi dan sosial tinggi memilih untuk melakukan perjalanan dengan kelas bisnis atau eksekutif. Mereka merasa layanan jasa tersebut sesuai dengan kepribadian yang mereka miliki.

Pertanyaan tiap bab:

1. Bagaimana para pemasar menyikapi perbedaan individu atau faktor psikologis terhadap keputusan konsumen?

2. Apa hubungan motivasi dengan segmentasi dan positioning?

3. Bagaimana perusahaan menilai kepribadian dan gaya hidup konsumennya?

4. Bagaimana hubungan antara konsep diri dengan citra merek/ brand?

5. Bagaimana faktor stimulus mempengaruhi konsumen?

Penipuan Transaksi Online


Belanja online kini sudah memasuki era nya. Pasarnya makin terbuka, otomatis pemainnya pun semakin banyak. Tak dipungkiri, kemudahan dalam berbelanja menjadi daya tarik yang utama, tanpa perlu menyediakan waktu ekstra untuk ke mall atau ke toko. Namun, perlu diperhatikan penipuan yang kerap dilakukan melalui online shopping. Meski penipuan memang selalu ada, baik melalui online shop maupun offline shop.

Ah..tapi aku tak menyangka kalau aku yang menjadi korbannya. Umm..tepatnya bukan aku, tapi adik ku. Singkat cerita, ia minta dibelikan sepatu via online shop. Setelah koordinasi dengan si penjual, akhirnya aku diminta mengirimkan uang sejumlah Rpp.199.000 ke Rek Mayapada atas nama Tony Rusli. Tanpa berpikir macam-macam, aku pun langsung mengirimkannya. Setelah hampir 1 minggu, baru muncul perasaan ngga enak karena barang tak kunjung tiba.

Setelah mendengar cerita detil dari adik ku, aku pun mencari informasi dari google. Dan Yapp!! Tony Rusli emang penipu di dunia online shopping. Silahkan berhati-hati dengan nama itu. Tadinya nama akun nya di facebook adalah Melody Tas. Tapi kini sudah dihapus. Mungkin saja dia akan membuat akun dengan nama baru. Tapi berhati-hati lah dengan nama penjual Tony Rusli. Dan sepertinya dia memiliki beberapa akun bank. (Cek: http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=201946029826869&id=319345307809&comment_id=5247122&offset=0&total_comments=10http://yeving.blogspot.com/2012/10/blacklist-this-online-shop-melodi-tas.htmlhttp://2ndtonone.multiply.com/notes/item/72, dll)

Dari pengalaman ini, setidaknya ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika transaksi online:

1. Kredibilitas penjual. Lihat dari track record penjualannya. Seberapa banyak dia sudah menjual barang dan seberapa banyak yang merespon barang jualannya, sudah berapa lama ia memulai bisnis online, dan perhatikan profile company/penjual nya. Seharusnya ini terlihat dari halaman situs atau sosial media miliknya. Menurut ku, seharusnya mereka yang memiliki akun facebook lebih bisa dipercaya, karena setidaknya kita bisa mengontrol arus penjualan dari pemilik akun tersebut. Apakah memang penjual ini real atau penipu. Tapi ternyata penipuan yang aku alami adalah melalui akun facebook.

2. Tanyakan dengan detil mengenai barang, proses delivery, maupun pembayarannya. Seharusnya penjual yang profesional setidaknya memiliki 2 akun bank besar di Indonesia: BCA dan Bank Mandiri. Apalagi Mayapada, duhh..mustinya aku curigai dari awal.

3. Si penjual banyak memberikan keringanan biaya. Misalnya, biaya transfer antar bank ditanggung oleh penjual. (What??). Duh,, sayangnya ini ga diceritakan adik ku sebelumnya.

4. Si penjual buru-buru meminta kita untuk segera mengirimkan uang nya.

5. Bila perlu cek di google.

Semoga pengalaman ini jadi pelajaran, bukan hanya buat aku tapi juga kita yang berpotensi membeli online.

Nyeri Haid


Hampir setiap perempuan pasti pernah merasakannya. Sakitnya pun beragam, mulai dari yang ringan hingga pingsan tak sadarkan diri.

Pukul 5 pagi aku terbagun. Rasa nyeri di perut memaksa ku terjaga dari tidur meski tak sanggup beranjak dari atas kasur. Bukan kali yang pertama memang. Biasanya hanya aku tahankan tanpa bantuan medis. Tapi kala itu terasa sangat hebat. Beruntung seorang teman membawakan ku ramuan jamu yang telah dibotolkan. Meski ternyata tidak banyak membantu.

Aku teringat, banyak yang memberikan saran mengompres perut dengan air hangat. Awalnya aku tidak terlalu peduli, karena seharusnya rasa sakit ini dihilangkan dari dalam bukan dari luar. Tapi karena begitu banyak yang berkata demikian, aku pun tergelitik untuk mencoba. Air hangat/ panas diisi kedalam botol lalu botol tersebut ditaruh atau diguling-gulingkan diatas perut. Ternyata benar! Setidaknya panas tersebut mengurangi rasa nyeri di perut. Aku lupa bahwa pada dasarnya prinsip fisioterapi, juga ceragem, nuga best, maupun hot stone memanfaatkan energi panas.

Meski rasa nyeri itu masih ada, namun sedikit lebih enakeun. Bagaimana dengan kamu? Adakah tips lainnya untuk mengurangi rasa nyeri haid?

1 Raja-raja 19:11b-13


“…Maka TUHAN lalu. Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara (TUHAN) kepadanya yang berbunyi…” 1 Raja-raja 19:11b-13

Merupakan ayat yang sering menginspirasiku ketika kondisi begitu berat dan melelahkan. Namun, beberapa waktu lamanya aku hampir melupakan ayat ini, hingga tadi pagi diingatkan kembali.

Banyak orang setuju bahwa TUHAN itu baik. Namun, tidak banyak yang mampu mengakuinya dalam kondisi yang tidak baik.

Ketika kelelahan memuncak, beban begitu berat, harapan tak tampak, dan doa yang tak kunjung terjawab, sering kali kita mengharapkan kehadiran TUHAN dalam bentuk yang spektakuler. Mukjizat, jawaban doa yang semestinya dengan kemauan kita, dan hal-hal besar lainnya yang membuat kita langsung sadar bahwa itu adalah karya TUHAN. Angin besar dan kuat, gempa, api. Terkadang kita lupa bahwa Dia juga dapat hadir dalam angin sepoi-sepoi basa, yang hanya dapat disadari dengan ketenangan dan keteduhan diri. Keluar dari semua beban yang ada dan menyadari bahwa Dia tetap TUHAN yang berkarya dan menyertai.

Medan, penerima Adipura 2012


Tahun ini kota Medan memdapat piala adipura untuk kategori Kota Metropolitan. Piala itu pun diboyong keliling kota hari Rabu kemarin (06/06/12) dan tentu menjadi sorotan media massa. Lihat saja headline koran Analisa, Kamis (07/06/12) yang setengah halamannya dihiasi dengan gambar ini (cek: http://www.analisadaily.com/news/read/2012/06/07/54965/pialanya_dieluelukan_euforia_adipura_macetkan_jalan/). Beberapa berita dibelakangnya juga masih mengupas tentang “wah” nya kota Medan yang mampu meraih piala Adipura setelah 7 tahun penantian.

Berkali-kali mendengar dan membaca berita tersebut membuat ku bertanya-tanya, apa yang menjadi kriteria penilaian untuk penghargaan (yang katanya) bergensi itu. Katanya sih fisik dan non fisik, dengan bobot dan prosedur yang sesuai (cek: http://uripsantoso.wordpress.com/2008/04/03/teknik-penulisan-adipura/). Tapi, tiap kali hujan, aku merasakan keresahan, baik aku maupun orang-orang di sekitar ku. Semestinya hujan membawa kesejukan dan keteduhan, bahkan beberapa orang menyukai hujan karena memberi suasana romantis. Tapi kenyataannya justru sebaliknya, hujan seringkali dikeluhkan karena efek setelahnya: banjir dan macet. Hampir setiap titik kota Medan, bahkan di jalan arteri pusat kota (Jl. M Yamin, Jl. Slamet Riyadi), juga tak luput dari banjir pasca hujan deras di Kota Medan. Sayangnya aku tak punya dokumentasi untuk semua ruas jalan tersebut.

Diambil Agustus 2011. Meski sekarang tidak separah ini, namun banjir dan macet masih terjadi
Sangking parahnya, banjir masuk ke lingkungan kantor

Apakah itu tidak masuk penilaian? Baiklah kalau pun seandainya itu tak masuk kriteria penilaian. Kondisi jalan jelek dan minim penerangan juga bisa ditemui di banyak titik di kota Medan. Apalagi kemacetan karena letak pasar yang menjorok ke arah jalan. Beberapa titik pasar ditemukan di sepanjang jalan Jamin Ginting yang menyebabkan kemacetan, ditambah pula tidak tertibnya angkutan umum yang berhenti sembarangan.

Jalan rusak dan minim penerangan daerah pemukiman. Diambil Desember 2011, sampai saat ini belum berubah

Ahh..mungkin yang aku lihat ini memang ngga masuk dalam penilaian. Atau… kota besar lainnya lebih buruk dari Medan?

Buat kamu yang belum pernah ke Medan, marilah sesekali berkunjung ke Medan, karena Medan telah mendapat predikat kota terbersih melalui piala Adipura nya tahun ini.

Jumat sore + hujan + Jakarta = Macet


Membaca laporan kompas hari ini tentang Dahlan Iskan dan Jalan Tol mengingatkan ku akan pengalaman macet di tol beberapa waktu yang lalu. Tak pernah hidup di Jakarta membuat ku tak tahu kalau macet juga bisa terjadi di jalan tol.

Jumat sore, hujan, dan Jakarta. Itulah kata kunci nya. Jangan coba-coba membuat perjalanan dengan tiga kata kunci tersebut dengan ruang waktu yang pas-pas an. Cobalah untuk memberikan sedikit margin pada waktu perjalanan mu.

Begitu pula yang aku alami. Beberapa waktu yang lalu, aku berkesempatan mengambil waktu libur dengan berkunjung ke Semarang. Kebetulan ada teman yang menikah disana. Beberapa teman dekat ku juga menghadiri nya. Saat yang pas untuk reuni dan menggila bersama, keluar dari rutinitas pekerjaan.

Tiba di bandara Soekarno Hatta, Jakarta, sekitar jam 4 sore. Singgah ke toilet sebentar, lalu menunggu bagasi. Tiket menuju Semarang sudah dibeli untuk keberangkatan jam 7 malam. Semua telah dipersiapkan dengan matang, dengan titik temu di Terminal Rawamangun. Namun, sayang. Kali itu, Damri menuju Rawamangun agak lama datangnya. Pukul 5.15 sore baru berangkat. Meski sedikit berdebar, namun masih yakin kalau akan tiba di terminal tepat waktu. Waktu pun terus bergulir. Sesekali menoleh ke jam tangan. Jarum panjang menunjuk ke angka 12. Melihat sekitar. Tak tahu berada di daerah mana, tapi berjubel kendaraan mengantri didepan dan belakang. Komunikasi terus berlangsung. Lewat whatsapp, facebook, maupun SMS. Dimana posisi? Udah sampai mana? Siapa aja yang udah sampai? Pertanyaan itu yang paling sering berulang, ntah dari siapa pun. Sekitar jam 6 lewat dan mobil tidak menunjukkan pergerakan yang signifikan, aku pun mulai gelisah. Telepon mulai berdering. Pertanyaan yang sama pun terus meluncur. Beruntung, ada seorang ibu yang menuntun nama lokasi tiap kali teman ku menanyakan dimana posisi ku. Dan ini kemudian menjadi pemandangan yang unik di mobil itu.

Sekitar jam 7 kurang, aku masih terjebak macet di tol. Akhirnya mereka membuat keputusan, membagi menjadi 2 tim. Dua orang berangkat duluan (karena memang tiket telah dibeli), dan satu lagi menunggu ku lalu berangkat bersama ke Semarang. Perasaan campur aduk didalamnya. Sedih, kecewa, namun juga terharu. Permasalahan lain muncul lagi. Bahwa keberangkatan bus terakhir menuju Semarang adalah pukul 8 malam. Ah..aku sendiri tidak tau apakah bisa nyampe jam segitu atau tidak. Tapi tak ada yang dapat ku lakukan, selain menunggu dan berdoa.

Jam terus berputar. Sesekali mobil melaju, namun tidak beberapa lama, kemacetan kembali menyambut. Komunikasi tetap berlangsung, meski kedua teman ku sudah berangkat duluan. Baru sekitar jam 8.10 akhirnya Damri yang aku tumpangi tiba di terminal Rawamangun. Beruntung, masih ada bus menuju Semarang malam itu.

Jumat sore, hujan, Jakarta. Artinya macet. Semoga dengan tindakan kecil dari bapak Dahlan Iskan hari ini, bisa memperbaiki kondisi kemacetan tol di Jakarta. Karena macet merugikan, baik waktu maupun materi. Fiuh..

Film: The Ides of March


Film itu ibarat miniatur kehidupan. Setidaknya bagi ku. Karena itu, aku langsung tertarik begitu melihat resensi film ini. Tak banyak film yang mengangkat kehidupan dibelakang layar seorang politikus. Media hanya mampu mengupas bagian permukaan saja. Tapi siapa yang tau gejolak dibelakangnya?

Adalah seorang muda yang tengah memulai karir nya sebagai tim sukses calon presiden dari partai Demokrat. Di usia nya yang relatif muda dengan kemampuan yang cerdas, Stephen Meyers, menjadi orang kepercayaan Paul Zara, senior campaign manager untuk Mike Morris, calon presiden dari partai Demokrat. Mereka bertiga merupakan tim yang solid untuk mengalahkan satu-satunya calon dari partai lawan, Ted Pullman.

Konflik bermula dari undangan Tom Duffy, senior campaign manager Ted Pullman, kepada Sthepen Meyers. Duffy bermaksud menarik Meyers dari Demokrat dan membujuk Meyers dengan iming-iming posisi bagus di partai Republik dengan optimisme kemenangan di Ted Pullman. Meski menolak, Meyers masih tampak ragu dan menyembunyikan hal ini kepada Paul dan Mike Morris.

Konflik bertambah dari sisi kehidupan pribadi Meyers. Siapa sangka kehidupan cinta nya juga menjebaknya dalam dunia politik. Meyers jatuh cinta dengan salah satu staf nya di kantor, Molly Stearns, yang kemudian ia ketahui bahwa Molly pernah berhubungan seks dengan Morris dan tengah mengandung bayi Morris.

Kondisi semakin rumit ketika Meyers harus menyatakan secara jujur kepada Paul bahwa sebenarnya Duffy pernah menawarkan posisi di partai nya, dimana Paul sangat menghargai loyalitas dan membenci ketidaksetiaan. Bagi Paul, Meyers yang menemui Duffy merupakan langkah awal pengkhianatan bagi dirinya dan partainya. Karena itu, Paul pun secara tidak langsung memecat Meyers.
Malang bagi Meyers, ditolak oleh Paul, tak diterima oleh Duffy. Siapa yang mau menerima orang yang telah dipecat dari suatu instansi oleh karena indikasi ketidaksetiaan. Pada saat yang sama, ditemukan bahwa Molly bunuh diri. Ditengah kegalauan, Meyers seperti mendapat angin segar. Ia berbalik menyerang Paul. Dengan sedikit mengancam, Meyers meminta kepada Mike Morris agar memecat Paul dan menempatkannya di posisi Paul. Meyers mengaku memiliki bukti perselingkuhan Morris dengan Molly, yang pasti akan membuat Morris gagal menjadi Presiden Amerika Serikat. Meski setengah tidak percaya, namun pada akhirnya Morris mengikuti permainan Meyers, ia memberhentikan Paul dan mengangkat Meyers menjadi senior campaign manager nya, yang juga memang memabawa Morris menjadi Presiden Amerika Serikat.

Setiap orang bisa melakukan kesalahan. Namun, yang membedakan adalah bagaimana kita menyelesaikan kesalahan tersebut.

Kesalahan Meyers adalah menemui Duffy, meski pada akhirnya ia menolak tawaran Duffy. Namun tak dipungkiri, Meyers sempat tergoda akan nama besar dan popularitas. Kesalahan Morris adalah perselingkuhannya dengan Molly, meski cuma sekali dan mungkin, mengutip kata Morris, itu adalah kecelakaan. Kesalahan Paul (kalau bisa itu disebut kesalahan) adalah penghukumannya kepada Meyers. Paul sangat keras dengan yang namanya loyalitas. Meski Paul muda pernah mengalami hal yang sama dengan yang dialami oleh Meyers (mendapat tawaran dari partai lawan), tapi Paul mengambil langkah yang berbeda dengan Meyers. Ia menolak sama sekali tawaran itu, meski pada akhirnya partai lawan lah yang menang. Sayangnya Paul tak pernah menceritakan ini sedari awal. Sayangnya pula tak semua orang se-militan Paul. Mungkin ada orang yang perlu belajar dari kesalahan. Mereka yang lebih kuat seharusnya memberi kesempatan kepada orang yang lebih lemah untuk belajar dari kesalahannya.

Dalam kondisi demikian, Meyers seakan memiliki 2 pilihan. Ia bisa memilih mundur dari dunia politik, bidang yang melejitkan namanya atau beralih menyerang Paul lewat ancaman kepada Mike Morris. Begitu pula dengan Morris. Mengikuti ancaman Meyers untuk memberhentikan Paul atau mengabaikannya, meski mungkin pilihan ke-2 akan mengagalkannya menjadi Presiden. Keduanya telah melakukan kesalahan, namun, tidak menyelesaikannya justru menutupi kesalahan tersebut. Meski akhirnya Morris menang menjadi Presiden Amerika Serikat, namun tim bagaimana yang akan memimpin negara itu. Tim yang bukan berasal dari solidaritas dan loyalitas, melainkan kepentingan pribadi. Bagaimana pula bangsa yang akan dipimpinnya?

Lalu jika Meyers atau Morris mengambil pilihan sebaliknya, apakah mereka akan disebut pecundang? Ah..aku tak pernah mengabaikan ada intervensi Tuhan didalamnya. Mungkin saja Tuhan bisa membelokkan keadaan dan mengangkat kembali Meyers atau Morris yang telah melakukan kesalahan. Siapa yang dapat menduga? Karena semua orang bisa melakukan kesalahan.

PS: Tampaknya film ini kurang diminati pasar Indonesia (baca: Medan). Hanya tayang tidak lebih dari 3 hari, dan ketika saya menontonnya, penontonnya ngga lebih dari 5 orang 😀