Buku: Bangkit Memandu Bangsa

Samuel Tumanggor. Bukan penulis tenar. Bukan pengkhotbah akbar. Namun, pemikirannya dalam buku ini menggugahku bagaimana peran seorang yang mengerti kebenaran dalam berbangsa negara.

Ada berapa banyak orang yang mengaku pelayan Tuhan? Aktivis gereja? Seberapa sering terjadinya kebangunan rohani di Indonesia setiap hari? Berapa banyak orang (katanya) yang telah menerima injil? Seberapa banyak pemuda-pemudi hasil binaan gereja maupun lembaga pelayanan dan kampus? Tapi bagaimana dengan kondisi Indonesia saat ini? Mengapa tak kunjung membaik? Ahh,, ternyata, mengutip pernyatan Agus Lianto dalam buku ini, untuk melahirkan pengubah dunia (bangsa) diperlukan jauh lebih banyak usaha dan energi dari sekedar memenangkan jiwa dan menerjunkan mereka kedalam aktivitas pelayanan. Yaa..kebangunan rohani, pengenalan kepada Sang Maha Benar, ternyata mengandung wawasan kebangsaan, bukan hanya aspek rohani semata. Namun sayangnya seringkali kita tak mendaratkan nilai-nilai luhur injili itu pada hidup berbangsa.

Membaca buku ini, mengingatkan ku akan peran ku sebagai seorang Kristen, sebagai seorang Indonesia, dan sebagai seorang pekerja. Ahh,, harusnya apa yang aku lakukan dan berikan bisa lebih dari sekarang ini.

Samuel Tumanggor berhasil mengupas dengan tajam bahwa kitab suci bukan hanya berbicara tentang aspek rohani. Tapi sebagai pedoman hidup, kitab suci berbicara seluruh aspek tentang kehidupan, termasuk didalamnya kehidupan berbangsa. Pemikirannya, meski bukan seorang tokoh agama maupun tokoh bangsa yang besar, sangat logis dan mengena sesuai kondisi zaman saat ini, khususnya Indonesia kini. Banyak hal dari pemikirannya yang tadinya ingin ku bagikan, tapi sepertinya lebih baik kamu nikmati sendiri, karena akan lain rasanya :-) .

Hal menarik dari buku ini, bukan hanya penggalian yang dalam, pemikirannya yang cerdas, wawasan yang luas, dan figur yang inspiratif, tetapi juga gaya bahasa yang kaya. Aku sangat terkesan dengan pilihan kata yang digunakan. Bagai pujangga: unik dan menawan.

Hmm..salah satu buku yang layak dibaca, aku pikir. Bangkit Memandu Bangsa. Mendaratkan kenasranian pada hidup berbangsa. Karena selama Pemilik Bangsa-bangsa masih mengizinkan kita hadir dalam kehidupan berbangsa, maka kita perlu mendaratkan nilai-nilaiNya seturut panduanNya, karena bangsa ini milikNya.

Advertisement

Tinggalkan pesan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s