Time to share

Capres Idaman

August 17, 2008 · Leave a Comment

Tak terasa pemilu 2009 semakin mendekat. Banyak tokoh-tokoh baru yang muncul ke permukaan. Sebut saja om Rizal Mallarangeng, mas Fadjroel Rachman, mbak Ratna Sarumpaet, sampe pak Yusril Ihza Mahendra, serta Tifatul Sembiring (walaupun tidak segencar yang lainnya) ikut ambil bagian dalam merencanakan memenangkan pemilu. Ngga cuma itu, beberapa nama lain seperti Prabowo Subiakto, Soetrisno Bachir, dan Wiranto, pun ikut meramaikan kontes pemilihan kepala Negara tersebut. Belum lagi para tokoh lama, bahkan mereka yang pernah menjabat sebagai orang nomor 1 di negri ini, ternyata juga masih mengincar jabatan tersebut. Sungguh jabatan yang diincar oleh banyak orang. Lihat saja aksi mereka untuk memenangkan mimpi itu. Iklan diri yang wara-wiri di layar kaca setiap hari, yang berharga puluhan hingga ratusan juta, sanggup mereka jabanin hanya untuk dikenal dan mencari dukungan massa.

Kita ngga tau apa motif dan modal mereka menjadi presiden. Semua itu akan terlihat ketika jabatan itu telah mereka sandang. Namun sebenarnya, hanya 2 modal dasar yang perlu mereka miliki untuk menjadi seorang pemimpin (baca: presiden), yakni profesionalisme dan integritas. Profesionalisme alias kepiawaian dalam mengerjakan tanggung jawabnya, memang penting, bahkan sangat penting untuk dimiliki oleh seorang nomor 1 di suatu Negara. Namun, jikalau tanpa integritas atau kehidupan spiritual yang baik dengan Penciptanya, maka semua itu akan sia-sia. Karena sesungguhnya menjadi presiden adalah pelayanan, pelayanan seseorang kepada bangsa dan Tuhan.

Akankah kita memiliki pemimpin yang demikian?

Categories: negriku

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment